Belakangan,
persalinan di dalam air dan lotus disebut-sebut menjadi proses persalinan yang
sedang tren dan diincar para ibu hamil yang segera melahirkan janinnya. Namun,
seberapa amankah proses persalinan ini, jika dibandingkan dengan proses
melahirkan normal pada umumnya?
"Kalau kita melihat
sebenarnya proses persalinan itu ya proses alami saja. Dari zaman baheula
sampai sekarang, dari mulai oleh ditolong paraji, bidan, dan dokter umumnya
pada persalinan normal biasa, prosesnya sama," ujar dr Boyke Dian Nugraha,
SpOG, Mars, dalam Boykepedia Selasa (15/8/2017).

Dokter
Boyke menjelaskan, proses persalinan alami yaitu duduk dalam posisi lithotomy,
lalu tenaga kesehatan akan melihat dan memeriksa seberapa lengkap pembukaannya.
Ibu hamil kemudian diminta untuk mengedan hingga lahirlah bayi.
Permasalahannya, lanjut Boyke,
pada persalinan modern--khususnya persalinan di dalam air--menggunakan proses
painless labour. Apakah itu painless labour?
"Painless labour yaitu
persalinan yang tidak sakit, tapi disuntikkan anestesi ke dalam tulang belakang
si ibu, itu mengakibatkan berbagai macam kendala yaitu enggak ada mules,"
ujar Boyke.
Dalam proses persalinan,
semakin kuat mules atau kontraksi yang dirasakan ibu maka akan mempercepat
proses melahirkan selesai. Namun, Boyke menjelaskan, ketika ibu tidak merasakan
mules, maka sulit untuk mengetahui tahap pembukaan sudah lengkap atau tidak.
"Saya sebagai seorang
dokter kandungan, menganjurkan proses persalinan yang biasa-biasa saja. Enggak
usah di air, Anda kan bukan ikan. Kita ikuti aturan yang sudah merupakan
patokan dokter kandungan," Boyke menuntaskan.
Comments
Post a Comment