Masalah gigi tidak bisa
disepelekan. Tampak kecil, namun efeknya besar. Dari hasil penelitian, sebanyak
93,8 persen masyarakat Indonesia mengatakan sudah menyikat gigi dua kali
sehari. Namun, masalah gigi masih kerap muncul.
Ternyata, penyebabnya hanya 2,3 persen yang tepat
menyikat gigi sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam. Selebihnya, 91 persen
menyikat gigi saat mandi pagi dan sore. Padahal, setelahnya masih ngemil atau
makan malam.

Mengubah kebiasaan itu tidak
mudah dan perlu terus diingatkan. Selain waktu menyikat gigi yang tidak tepat,
ada beberapa kebiasaan buruk yang berakibat pada gigi. Masalah gigi berlubang
pada anak, misalnya. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan anak tidur dengan
botol susu masih menempel di mulut.
Susu memberikan manfaat kalsium dan mineral, namun ketika
ditambah gula jadi sesuatu yang berisiko buat gigi. Membiarkan anak tertidur
sambil minum susu dari botol sama saja dengan merendam gigi anak dalam larutan
manis. Padahal, ketika tertidur, kondisi rongga mulut kering, kelenjar ludah
sangat sedikit menghasilkan air ludah.
”Kondisi itu memungkinkan bakteri berkembang biak lebih
banyak, terutama bakteri penyebab gigi berlubang,” papar drg Ratu Mirah Afifah
GCClinDent, MDSc, division Head for Health & Wellbeing and Professional
Institution Unilever di kawasan Kota Tua, Jakarta kemarin (16/8).
Jika gigi anak berlubang dan sakit, kondisi itu akan
mengganggu aktivitasnya, pola makannya, penyerapan nutrisi, konsentrasi
belajar, dan waktu istirahat. Inilah pentingnya melatih si kecil menyikat gigi
minimal dua kali sehari. Waktu yang tepat adalah sesudah makan pagi dan malam
sebelum tidur. Gigi harus disikat menyeluruh.
”Seringkali anak hanya menyikat gigi depan saja. Ini pentingnya
pendampingan orang tua untuk memastikan caranya tepat,” ucap
drg Mirah dalam campaign #SenyumSatuIndonesia.
Beranjak dewasa, masalah yang kerap dialami adalah gigi
sensitif dan stain (noda) pada gigi yang membuat senyum kurang cemerlang. Gigi
sensitif bisa disebabkan oleh cara menyikat yang salah sehingga melukai gigi.
Juga, plak yang menumpuk. ”Toksinnya tidak hanya menyebar di gigi, tapi juga
gusi dan jaringan penyangga gigi,” urainya.
Sering mengonsumsi makanan atau minuman berwarna pekat
seperti kopi atau teh jika terakumulasi bisa membuat gigi menguning. Mau senyum
memperlihatkan gigi jadi kurang percaya diri.
Penggunaan pasta gigi dengan bahan whitening secara
teratur bisa membantu mencerahkan gigi. ”Setidaknya mengembalikan ke warna asli
gigi,” kata drg Mirah. Gigi sehat terawat, senyum makin cemerlang.
Comments
Post a Comment